UKKI ATK

بسم الله الرحمن الرحيم

Rahasia nikmatnya Hidup

Posted by ukkiatk on 26/11/2010

kajian ini bersumber dari KH.Aa Gyim

Bila hidup ini tidak ada tantangan, tentu tidak akan menarik.
Terlebih dahulu di-cast dengan ilmu, lalu kita amalkan dalam kehidupan,
seperti bertarung dalam kehidupan nyata ini. Tapi kita harus
benar-benar bisa mengukur diri kita. Misalnya, ketika terjadi pertemuan
dengan kalangan tertentu, ternyata membuat keimanan kita turun, berarti
pertemuannya tidak bagus untuk kita. Berarti iman kita belum cukup
untuk bisa menandingi pengaruh negatif dari lingkungan itu. Maka untuk
sementara waktu kita perlu berhijrah dari lingkungan tersebut, dalam
rangka menguatkan diri. Sehingga pada waktunya, kita sudah siap untuk
terjun ke kehidupan sesungguhnya, namun kita sudah berbekal dengan
kemampuan yang lebih baik. Kita harus mendakwahi mereka, ketika kita
sudah yakin dengan kekuatan diri kita. Di-cast bisa juga dengan cara
berkumpul dengan orang-orang shaleh. Diamnya saja akan berpengaruh
terhadap keyakinan kita.

Yang paling membuat hidup kita tidak nyaman adalah kebingungan,
ragu-ragu, dan ketidakjelasan, karena setiap yang meragukan membuat
hidup kita tidak jelas. Dalam menjalani hidup ini, apabila belum
mengenal peta hidup dengan jelas, maka menyebabkan hidup menjadi
gamang, ragu, dan sangat melelahkan.

Dalam menjalani hiduup ini, harus jelas tujuannya dan bagaimana
dalam melangkahnya, siapa Tuhan kita, siapa kita, apa yang bahaya, dan
apa yang menyelamatkan, akan ke mana kita, dan sebagainya. Kalau sudah
semuanya jelas, maka akan mantap dan tidak akan bingung dalam menjalani
hidup.

Manusia diciptakan dan diurus oleh Allah SWT. Tugas kita di dunia
ini adalah menjadi hamba Allah. Mematuhi apa yang diperintahkan Allah
dan menjauhi apa yang dilarang Allah. Perkara rejeki adalah mutlak
dalam genggaman Allah. Kalau kita patuh kepada Allah dan yakin dengan
kekuasaan Allah, Sang Pemberi rejeki pasti akan menjamin segala
kebutuhan rejekinya.

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan
mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang
tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah
niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. QS At-Thalaq : 2-3

Kita bekerja bukan hanya untuk mencari uang, tapi merupakan amal
shaleh dalam menjemput rejeki atau nafkah kita. Yang dicari keberkahan
dan ridho Allah SWT. Orang yang mencari ridho Allah tidak akan ragu
kepada Allah SWT sebagai pembagi rejeki, pasti kita akan bertemu dengan
rejek kita, sehingga tidak akan mau berbuat haram. Kalau seseorang
tidak mencari ridho Allah, maka ia bisa menghalalkan berbagai cara.

Dengan demikian, berbeda antara orang yang bekerja hanya untuk
mencari uang, dengan orang yang bekerja untuk mencari ridho-Nya. Orang
yang mencari ridho Allah, sama sekali tidak ada keraguan, yakin pasti
bertemu dengan rejekinya. Sepanjang sesuai dengan perintah Allah, tidak
perlu menghiba-hiba kepada manusia, karena manusia tidak dapat
mendatangkan apa pun, tanpa ijin Pemilik Semesta Alam.


Kita bergaul dengan manusia, bukan untuk menuhankan, dan memelas
kepada manusia. Kita bergaul dengan manusia karena Allah menyuruh kita
bergaul dengan manusia dengan baik. Kita berbuat baik bukan untuk ingin
dihargai. Orang menghargai, dan mengakui kebaikan kita atau tidak,
bukan urusan kita. Urusan kita adalah bergaul dengan manusia dengan
baik sesuai perintah-Nya. Tidak boeh takut kepada manusia. Diri kita
milik Allah, tak akan jatuh sehelai rambut pun tanpa ijin pemilik-Nya.
Tidak akan pernah mati, kecuali Allah yang mematikan.

Manusia bukan pemberi rejeki, manusia hanya makhluk sebagai jalan
dari ketentuan Allah. Tugas kita jelas, menjemput rejeki kita dengan
cara yang halal. Semua anak-anak kita ada rejekinya. Tugas orang tua
mengantar anaknya mengenal siapa penciptanya, Lukmanul Hakim menjadi
contoh bagaimana seorang hamba Allah, yang tidak menuhankan selain
Allah. Beliau mendidik anak untuk mengenal-Nya, dengan itu akan
berjumpa dengan rejekinya yang berkah. Dan akan berjumpa dengan rejeki
dan takdir terbaik dalam kehidupannya. Setelah kita mati, warisan
terbesar kita kepada anak-anak kita adalah keyakinan dan istiqamah taat
kepada Allah.

Dunia ini hanya tempat mampir sebentar. Semua kita akan tinggalkan.
Dunia tidak ada-apa nya. Dunia bukan untuk memperbudak kita, tapi dunia
diciptakan untuk menjadi pelayan kita. Harta, pangkat, gelar, tidak ada
apa-apanya. Orang-orang zalim dan ingkar diberi oleh Allah dunia ini.
Kemuliaan bukan dengan pencapaian duniawi, tanda kemuliaan bukan dengan
berharta atau berpangkat, melainkan dengan takwa.

Takwa itu tandanya hatinya yakin, patuh kepada Allah, lahir batin.
Ridho dengan semua takdir yang telah ditetapkan Allah. Allah tidak
pernah zalim dalam menentukan takdir kita. Jelas hidup ini hanya mampir
sebentar di dunia dan dunia tidak dibawa ke alam kubur.
Siti hajar ketika ditinggalkan Nabi Ibrahim yang merupakan perintah
Allah, ia pun mengikutinya. Lalu tatkala membutuhkan rejeki air untuk
diri dan anaknya, beliau pun berlari-lari mencari air ke bukit shafa
dan marwah. Namun airnya tidak muncul di bukit tersebut melainkan di
sekitar ka’bah yang berjarak seratus meteran dari sana.

Maka tugas kita dalam hal ini adalah untuk menyempurnakan ikhtiar,
bukan menentukan hasil. Jangan pernah risau dengan janji Allah.
Sesungguhnya yang berbahaya bagi diri kita adalah keburukan dari diri
kita sendiri. Orang lain hanya menjadi jalan.


Sekarang masalah apa pun yang menimpa, jangan sibuk dengan orang
yang menjadi jalan, melainkan sibuk dengan diri kita yang menjadi
penyebabnya. Kebaikan kembali pada pembuatnya, begitu pula keburukan.
Tidak ada yang merusak diri kita selain dari keburukan diri kita.

Ketika kita menghadapi kesulitan, kita tidak bisa menyelesaikan
dengan kemampuan kita, melainkan dengan pertolongan Allah. Bagaimana
jalan keluarnya? Adalah dengan bertaubat.

Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan melegakkan
hatinya, Allah akan memberi jalan keluar, dan rejeki pertolongan dari
yang tidak terduga.

‘maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu,
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan
hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu,
dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya)
untukmu sungai-sungai.” (QS Nuh : 10-12)

Rejeki termahal dalam hidup ini adalah hati yang yakin, dan
lahiriahnya patuh kepada Allah dengan istiqamah. Kesuksesan orang
adalah yakin kepada Allah, tidak ada keraguan dalam hatinya. Tidak
bersedih hati. Kunci yakin adalah hati yang bersih. Makin bersih dari
kemusyrikan, kemunafikan, dan cinta duniawi, hati akan langsung
merasakan keyakinan, hati peka, doa mustajab, akhlak mulia, dan auranya
nyaman. Maka jangan ukur kesuksesan seseorang dengan duniawinya,
melainkan lihatlah sejauh mana keyakinannya yang merupakan karunia
Allah tidak ada bandingannya.

Sekuat tenaga mengarungi hidup, disertai dengan semangat kebersihan
hati. Cari teman yang bisa membantu membersihkan hati. Seperti mobil
yang tidak jalan whipernya/ pembersih kaca ketika hujan deras, maka dia
akan risau. Bukan tidak adanya jalan, melainkan tidak bisa melihat
jalan. Seperti itu pula ketika kita melihat dengan mata hati yang
tertutup dosa. Oleh karena itu, kembalilah kepada Allah, seperti kaca
yang bersih, maka akan tampak semua yang ada, karena tidak tertutupi,
seperti udara bagi paru-paru ini, solusi sesungguhnya terhampar di
dekat kita.

Pensitasi

ka.Bidang Jurnalistik UKKI

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Assalamualaikum

Posted by ukkiatk on 23/01/2010

keindahan suatu oraganisasi akan tersa jika kita mencoba menjalani organisasi tersebut dengan keikhlasan dan dapat memberikan manfaat untuk organisasi yang kita jaani……

So buat kader kader baru UKKI semangat terus dan selamat bergabung dilembaga islam kampus ATK yogyakarta

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Ta’aruf Syar’i, Solusi Pengganti Pacaran

Posted by ukkiatk on 08/01/2010

Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari

Pertanyaan:
1. Apabila seorang muslim ingin menikah, bagaimana syariat mengatur cara mengenal seorang muslimah sementara pacaran terlarang dalam Islam?
2. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat (wanita) yang hendak dinikahi dengan tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masing-masing?
3. Bagaimana hukum seorang ikhwan (lelaki) mengungkapkan perasaannya (sayang atau cinta) kepada akhwat (wanita) calon istrinya?

Jawab :

Benar sekali pernyataan anda bahwa pacaran adalah haram dalam Islam. Pacaran adalah budaya dan peradaban jahiliah yang dilestarikan oleh orang-orang kafir negeri Barat dan lainnya, kemudian diikuti oleh sebagian umat Islam (kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala), dengan dalih mengikuti perkembangan jaman dan sebagai cara untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Syariat Islam yang agung ini datang dari Rabb semesta alam Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, dengan tujuan untuk membimbing manusia meraih maslahat-maslahat kehidupan dan menjauhkan mereka dari mafsadah-mafsadah yang akan merusak dan menghancurkan kehidupan mereka sendiri. Read the rest of this entry »

Posted in fatwa, mutiara | Leave a Comment »

Hati Yang Keras Karena Jauh Dari Allah

Posted by ukkiatk on 22/12/2009

بسم الله الرحمن الرحيم
oleh Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berdzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (Az-Zumar: 22)Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. An-Naar (neraka) adalah diciptakan untuk melunakkan qalbu yang keras. Qalbu yang paling jauh dari Allah adalah qalbu yang keras, dan jika qalbu sudah keras mata pun terasa gersang. Qalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: makan, tidur, bicara, dan pergaulan.

Sebagaimana jasmani jika dalam keadaan sakit tidak akan bermanfaat baginya makanan dan minuman, demikian pula qalbu jika terjangkiti penyakit-penyakit hawa nafsu dan keinginan-keinginan jiwa, maka tidak akan mempan padanya nasehat.
Read the rest of this entry »

Posted in fatwa, mutiara, Uncategorized | Leave a Comment »

Wajah-wajah Tak Berdaging (2)

Posted by ukkiatk on 17/12/2009

Saudaraku… kelaparan dan sedikit ibadah lebih baik daripada kamu memakan dari hasil meminta-minta dari orang lain seraya melakukan banyak ibadah.

Asy-Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i –rahimahullah- berkata: “Saya nasihatkan kepada Ahlus Sunnah agar bersabar menghadapi kemiskinan. Karena kemiskinan ini adalah keadaan yang telah dipiihkan oleh Allah untuk Nabinya Muhammad -Shollallahu alaihi wa sallam-. Dan Rabb Yang Maha Perkasa berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia :

“Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ”Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun”. Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan secara sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-Baqarah: 155-157)
Read the rest of this entry »

Posted in fatwa, mutiara | Leave a Comment »

Wajah-wajah Tak Berdaging (1)

Posted by ukkiatk on 17/12/2009

بسم الله الرحمن الرحيم

Jika kita melihat dan memperhatikan fenomena-fenomena yang terjadi belakangan ini, maka kita akan mendapati sebagian dari kaum muslimin berada di pinggir jalan mencoba mengais rezeki dengan menengadahkan tanganya kepada setiap orang yang melintas. Ini adalah suatu pemandangan yang sangat memilukan hati. Padahal meminta-minta adalah perbuatan yang tercela di dalam islam. Mereka tinggalkan usaha atau berkarya dengan tangan mereka sendiri. Padahal Allah -Subhanahu wa Ta’ala- telah menjamin rezeki bagi mereka. Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

“Tidak ada satu binatang melatapun di bumi ini melainkan Allah-lah yang mengatur rezekinya.” (Hud: 6)

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda: Read the rest of this entry »

Posted in fatwa, mutiara | Leave a Comment »

Pesankan Saya Tempat Di Neraka – Na’udzubillah…

Posted by ukkiatk on 17/12/2009

Mungkin sebagian teman sudah pernah mendengar kisah nyata berikut ini.
Sebuah kisah dimusim panas, yang diceritakan seorang penulis majalah di daerah Mesir. Beliau mengisahkan :

Bahwa musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga.
Read the rest of this entry »

Posted in mutiara | Leave a Comment »

Syarat Diterimanya Ibadah (2)

Posted by ukkiatk on 16/11/2009

Perusak Ikhlas dan Mutaba’ah adalah Riya’ dan Bid’ah

Ikhlas perusaknya adalah riya’, yaitu beramal bukan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, tetapi karena ingin dipertontonkan kepada manusia. Padahal amalan manusia tidak akan diterima jika tidak ikhlas kerena Allah semata. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه

“Sesungguhnya amalan-amalan manusia tergantung niat, dan setiap orang (mendapatkan balasan) sesuai niatnya. Maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya (yakni mendapatkan balasan kebaikan sesuai niatnya), dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ingin dia raih, atau wanita yang ingin dinikahi, maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan”. (Muttafaqun ‘Alaihi dari Amirul Mu’minin Umar Bin Khaththab radhiyallahu’anhu).
Read the rest of this entry »

Posted in fatwa | Leave a Comment »

Syarat Diterimanya Ibadah (1)

Posted by ukkiatk on 16/11/2009

بسم الله الرحمن الرحيم

Syarat Diterimanya Ibadah
Penulis: Sofyan Chalid bin Idham Ruray
حفظه الله تعالى وغفر له ولوالديه ولجميع المسلمين

Sesungguhnya kemuliaan manusia dalam pandangan Allah Subhanahu wa Ta’ala bukanlah pada kemanusiaan itu sendiri, melainkan karena ibadahnya kapada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karenanya orang-orang kafir tidak ada kemuliaan mereka sedikit pun dalam pandangan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahkan merekalah makhluk yang paling hina dan paling rendah. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

“Sesungguhnya orang-orang kafir dari kalangan ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang-orang musyrikin (lainnya) (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itulah seburuk-buruk makhluk”. (al-Bayyinah:6).
Read the rest of this entry »

Posted in fatwa | Leave a Comment »

Amalan saat berwudhu dan doa setelahnya

Posted by ukkiatk on 04/11/2009

Amalan saat berwudhu dan doa setelahnya
Penulis : Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al Ilmiyah wal Ifta, Saudi Arabia

Tanya:

Amalan apakah yang dianjurkan ketika berwudhu’, dan apakah doa yang mesti diucapkan setelahnya?

Jawab : Read the rest of this entry »

Posted in Fiqh | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.